![]()

![]()
![]()
KATA PENGANTAR
Waktu terus berjalan, generasi silih berganti, namun sejarah tetap mencatat
dan menunjukan bahwa masing-masing generasi anak manusia
telah memainkan perannya dan hanya
perjalanan sejarah sajalah yang merangkaikan
momentum-momentum kehidupan ini
menjadi bermakna bagi kehidupan insani anak manusia
itu sendiri.
Negeri HULALIU atau LOUNUSA HATURESI RAKANYAWA, adalah sebuah negeri
kecil yang terletak di pantai timur
Pulau Haruku Kabupaten Maluku Tengah. Pada 100 tahun yang lampau telah terjadi suatu
momentum yang memaknai perjalanan
kehidupan anak negeri ini, bahkan
bagi mereka yang pernah bertugas di negeri ini.
Anak-anak negeri Hulaliu generasi saat itu
bersepakat untuk membangun sebuah gedung Gereja yang refresentativ untuk menggantikan Gedung Gereja lama yang mulai dimakan usia dan
mengalami gangguan fondasi akibat abrasi pantai.
Setelah melalui berbagai proses dan kerja
keras menyatukan visi dan misi
maka pada tanggal 7 Mei 1907 diletakan BATU
ALASAN atau BATU PENJURU gedung
Gereja Hulaliu sekarang, yang fotonya menghiasi sampul buku acara ini.
Menurut catatan Seorang
TUAGAMA yang sangat dihormati
di Jemaat Hulaliu pada zamannya,
yakni Tuagama ABRAHAM NOIJA (almarhum)
yang oleh anak-anak negeri ini biasa
disebut TETE BANG BIJI GUNTUR, dicatat
bahwa BATU ALASAN atau BATU
PENJURU Gereja Hulaliu ini di letakkan
pada tanggal 7 Mei 1907.
Agar momentum 100 tahun
ini dihayati oleh setiap anak
negeri Hulaliu, dan perayaan ini
memberikan makna bagi kita sekalian,
maka buku
panduan acara ini disusun
dan didistribusikan, dengan tujuan agar kita sekalian dapat
memaklumi dan berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
TUHAN MEMBERKATI KITA SEKALIAN
HORMAT
KAMI
a.n.
KETUA SEKSI ACARA
TJAK
NOIJA
PENDAHULUAN
A.
Dasar Pemikiran
Negeri Hulaliu yang sering disebut
LOUNUSA HATURESI RAKANYAWA sebuah negeri kecil yang terletak di pantai timur
Pulau Haruku, dengan jumlah penduduk yang menetap di dalamnya sebanyak 1.717
jiwa. Sebagian besar penduduk negeri ini mempunyai mata pencaharian sebagai
petani dan nelayan.
Sesungguhnya penduduk yang mendiami
negeri Hulaliu hanya sebagian kecil saja dari total anak-anak negeri ini.
Bagian terbesar anak-anak negeri Hulaliu kini berada di tanah rantau, seperti
di Ambon, Seram, Saparua, Papua, Sulawesi, Kalimantan, Jawa, Sumatera, Negeri
Belanda, Amerika, serta di berbagai belahan bumi lainnya.
Ikatan kekeluargaan Warga Hulaliu yang
ada di Hulaliu dan warga Hulaliu di perantauan tetap dijaga dan dipelihara
dengan baik dari generasi ke generasi. Dalam berbagai keputusan mengenai
pengembangan dan pembangunan negeri Hulaliu, biasanya aspirasi anak-anak negeri
Hulaliu di perantauan sangat diharapkan, diperhatikan dan sangat menentukan.
Gedung Gereja Betlehem Hulaliu yang dibangun
pada 100 tahun yang lampau oleh pendahulu negeri ini, hingga kini tetap sangat
bermakna bagi perjalanan kehidupan anak negeri ini, bahkan bagi mereka yang
pernah bermukim di negeri ini.
BATU PENJURU gedung Gereja Hulaliu
sekarang, yang fotonya menghiasi sampul buku acara ini. Itu berarti pada 7
Mei 2007 yang baru lalu, Gedung Gereja Betlehem Hulaliu genap berusia
100 tahun.
Agar momentum 100 tahun Gedung Gereja
Hulaliu ini dihayati oleh setiap anak negeri Hulaliu sebagai suatu berkat
Allah, maka Persidangan Jemaat GPM Hulaliu 2006 telah menugaskan Majelis Jemaat
GPM Hulaliu untuk berkordinasi dengan Pemerintah Negeri Hulaliu guna menghimpun
seluruh anak negeri, baik yang ada di Hulaliu maupun yang ada di Perantauan
untuk terlibat dalam Perayaan 100 tahun Gedung Gereja Hulaliu ini.
Perayaan 100 tahun Gedung Gereja
Hulaliu merupakan reflexi rasa syukur anak-anak negeri Hulaliu kepada Tuhan
yang telah menuntun, memelihara dan memberkati setiap karya pendahulu anak
negeri ini, sehingga Gedung Gereja Betlehem Hulaliu sampai kini tetap merupakan
sarana utama dalam membina kehidupan beriman dan kasih persaudaraan.
Perayaan 100 tahun Gedung Gereja
Hulaliu ini juga diharapkan dapat menjadi sarana kumpul anak-anak Negeri
Hulaliu yang tersebar di berbagai belahan bumi. Sehingga dapat menjadi ajang
curah rindu anak cucu terhadap tanah leluhurnya, negeri putus pusa, tempat
kelahirannya yang telah ditinggalkan sekian lama, sekaligus sebagai sarana
koreksi anak negeri terhadap perkembangan Negeri Hulaliu – Haturesi Rakanyawa
menuju masa depan yang lebih baik.
Berdasarkan apa yang telah disampaikan,
maka diharapkan sungguh acara ini dapat menjadi berkat bagi anak cucu negeri
ini yang kini terpencar pada berbagai tempat.
B.
Dasar Pelaksanaan.
1.
Hasil Pertemuan
Pimpinan Harian Majelis Jemaat GPM Hulaliu dengan Raja Hulaliu tertanggal, 12
Januari 2005.
2.
Keputusan Sidang
Jemaat GPM Hulaliu tahun 2006.
3.
Keputusan Rapat
Majelis Jemaat GPM Hulaliu tertanggal, 12 Februari 2006.
4.
Hasil pertemuan
bersama antara Pemerintah Negeri Hulaliu, Majelis Jemaat GPM Hulaliu serta
Tokoh Masyarakat Hulaliu dari Ambon, Masohi, Saparua, dan Seram Barat tertanggal, 3 Maret 2006.
C.
Tujuan Pelaksanaan.
1. Mensyukuri kasih sayang Tuhan terhadap warga Hulaliu di berbagai tempat.
2. Memupuk dan memelihara samangat kekeluargaan
untuk bersama menatap masa depan yang lebih baik.
3. Menghimpun seluruh potensi anak-anak negeri
Hulaliu untuk menjadi berkat bagi sesama.
Mendengar hasil
kajian kelayakan Gedung Gereja Betlehem Hulaliu sebagai bahan masukan bagi perencanaan
dan pembangunan Jemaat Hulaliu di masa depan.
Mendengar hasil
seminar ”Berdirinya Negeri hulaliu” dan ”Injil Masuk Hulaliu”
D.
Tema dan Sub Tema
Tema : HULALIU PANGGIL PULANG
Sub Tema : DALAM
KEBERSAMAAN KITA MERUMUSKAN DAN MEMBANGUN MASA DEPAN YANG CERAH
E.
Peserta dan Undangan
Peserta dan Undangan yang
diharapkan untuk mengambil bagian dalam Perayaan 100 tahun Gedung Gereja
Betlehem Hulaliu ini terdiri dari :
Warga Hulaliu di Hulaliu.
Anak-anak Negeri Hulaliu dari Tanah Perantauan.
Mantan Penghentar Jemaat/Ketua Majelis Jemaat GPM Hulaiu dan Keluarga.
Pimpinan dan Staf Gereja Protestan Maluku.
Pemerintah
Negeri-negeri yang mempunyai hubungan Persaudaraan / Gandong dengan Hulaliu.
Pimpinan Pemerintah Propinsi Maluku.
Pimpinan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah.
Pimpinan Wilayah Kecamatan Pulau Haruku.
Pemerintah Negeri / Raja se-Pulau Haruku.
F.
Rangkaian Acara
1.
Seminar sejarah
berdirinya Negeri Hulaliu.
Seminar ini
diadakan oleh Tim Pengkajian yang merupakan bagian dari Seksi Acara Sub Panitia
Pelaksana Perayaan 100 tahun Gedung Gereja Hulaliu di Ambon.
Seminar
diadakan setelah tim mengadakan penelitian terhadap data-data primer maupun
data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber, serta mengkonfirmasikannya
dengan fakta-fakta yang ada di lapangan.
Tim ini
bekerja secara independen, sehingga tidak akan dipengaruhi oleh siapapun dengan
alasan apapun juga.
Pengumpulan
dan kajian data telah dilakuakn sejak Januari - April 2007.
Penulisan
Laporan telah diselesaikan pada Mei 2007, dan pada tanggal 21 Juni akan
dilaksanakan Seminar untuk memperbaiki dan melengkapi hasil kajian tim.
Diharapkan setelah dilengkapi sesuai hasil seminar, maka dalam Ibadah Syukur
100 Tahun Gedung Gereja Hulaliu 07 Juli 2007 buku “SEJARAH BERDIRINYA NEGERI HULALIU”
akan di luncurkan.
2.
Seminar Injil masuk
Negeri Hulaliu.
Seminar ini
diadakan oleh Tim Pengkajian yang merupakan bagian dari Seksi Acara Sub Panitia
Pelaksana Perayaan 100 tahun Gedung Gereja Hulaliu di Ambon.
Seminar
diadakan setelah tim mengadakan penelitian terhadap data-data primer maupun
data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber, serta mengkonfirmasikannya
dengan fakta-fakta yang ada di lapangan.
Tim ini
bekerja secara independen, sehingga tidak akan dipengaruhi oleh siapapun dengan
alasan apapun juga.
Pengumpulan
dan kajian data telah dilakuakn sejak Januari - April 2007.
Penulisan
Laporan telah diselesaikan pada Mei 2007, dan pada tanggal 21 Juni akan
dilaksanakan Seminar untuk memperbaiki dan melengkapi hasil kajian tim. Diharapkan
setelah dilengkapi sesuai hasil seminar, maka dalam Ibadah Syukur 100 Tahun
Gedung Gereja Hulaliu 07 Juli 2007 buku “SEJARAH PERJALANAN INJIL MASUK NEGERI
HULALIU” akan di luncurkan.
3.
Studi Kelayakan Fisik Gedung Gereja
Betlehem Hulaliu.
Bagi anak-anak Negeri Hulaliu, Gedung Gereja Betlehem
Hulaliu adalah suatu Tempat yang mempunyai arti tersendiri dalam kehidupannya.
Dari Gereja ini leluhurnya, orang tuanya ataupun dirinya sendiri melakukan
pergumulan untuk kehidupannya bahkan untuk masa depan anak cucu generasi
Hulaliu di berbagai tempat. Minimal pada setiap ibadah minggu dari dalam Gedung
Gereja ini ada DOA untuk anak-anak Negeri Hulaliu di berbagai tempat, walaupun
mungkin mereka dilahirkan di tanah perantauan. Tapi mereka tetap didoakan dalam
Ibadah di Gedung Gereja Betlehem Hulaliu.
Untuk itu independensi tim pengkajian adalah hal mutlak,
sehingga pengkajian terhadap kelayakan fisik Gedung Gereja ini dilaksanakan
dengan hati-hati berdasarkan kajian ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Tim telah bekerja sepanjang Minggu pertama dan ke dua
pada bulan Mei 2007, dan hasil kajian akan disampaikan secara resmi dalam
Ibadah pengucapan Syukur, langsung oleh Tim Pengkajian.
4.
Penyambutan Anak-anak
Negeri dari Perantauan.
Kedatangan anak-anak
negeri dari rantau.
Anak-anak negeri dari rantau akan dijemput secara resmi pada tanggal 1 July
2007 menggunakan KM.PAMAHANU NUSA dari Dermaga Tulehu, berangkat dari Tulehu
tepat Jam 12.00, diperkirakan tiba di Tanjung IANNAIN pada Jam 12.40. (Tanggal ini masih perlu disesuaikan dengan
kedatangan Anak-anak Negeri dari Belanda dan Tanah Jawa)
1)
Lagu penyambutan anak-anak rantau.
2)
Kapata anak-anak adat (Soa-soa Adat).
3)
Sambutan Pjs. Pemerintah Negeri.
4)
Masuk KAIN GANDONG prosesi KAIN GANDONG
ke BAILEU LOUNUSA diterima oleh KEPALA-KEPALA SOA.
5)
Diantar ke Gedung Gereja BETLEHEM
HULALIU >sambut PADUAN SUARA< masuk Gedung Gereja disambut MJ.GPM HULALIU
dan PS.MASAL Jemaat.
6)
Sepatah Kata dari Anak
Rantau diwakili oleh Perwakilan Belanda dan Perwakilan Jakarta)
7)
Ibdah ”SYUKUR KEDATANGAN ANAK RANTAU”
5.
Ibadah Perenungan
Anak-anak Negeri.
Ibadah ini dilaksanakan pada tanggal 06 Juli 2007 jam
09.00. sebagai ibadah perenungan sebelum masuk dalam ibadah pengucapan syukur
100 tahun pada tanggal 7 Juli 2007.
6.
Musyawarah Besar
Hulaliu
Musyawarah ini akan dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2006, bertempat di
Ruang Ibadah Gedung Gereja BETLEHEM Hulaliu, dengan tujuan untuk :
1)
Menyatukan visi dan misi warga Hulaliu
dalam menghadapi tantangan kehidupan dan pembangunan negeri Hulaliu.
2)
Membahas rencana tindak lanjut Hasil
Studi Kelayakan Fisik Gedung Gereja BETLEHEM Hulaliu.
3)
Memberikan penilaian bagi upaya-upaya
pembangunan Hulaliu dalam berbagai bidang yang telah dilaksanakan selama ini.
4)
Memberikan saran-saran dan nasihat bagi
pelaksanaan pembangunan Hulaliu menuju masa depan yang lebih baik.
7.
Penyambutan Undangan Pejabat dan Tetamu.
Penjemputan Undangan dan Tetamu akan dilaksanakan pada
tanggal 07 Juli 2007 pagi. Undangan terdiri dari dari :
1). Bapak Gubernur Maluku dan
Ibu Sofi Ralahalu serta Muspida Provinsi Maluku.
2). Bapak
Bupati Maluku Tengah dan Ibu Miranda Tuasikal serta Muspida Kabupaten Maluku
Tengah.
3). Bapak Ketua Sinode GPM dan Staf.
4). Bapak Ketua Klasis GPM P.P.LEASE dan Staff.
5). Bapak Camat Pulau Haruku dan Muspika Pulau
Haruku.
6). Raja Paperu, Raja Tulehu,
Raja Sila, Raja Tial, Raja Laimu, Raja Asilulu.
7). Raja-Raja se pulau Haruku.
Penjemputan diatur sebagai berikut :
a.
Jam 07.30 : masyarakat dan anak-anak
negeri sudah siap ditempat pendaratan tamu dan Gapura-Gapura penyambutan sesuai
tugas masing-masing.
b.
Jam 08.30 : Bapak Bupati Maluku Tengah
dan Bapak Gubernur Maluku beserta rombongan mendarat di Tanjung IANNAIN
disambut Pjs.Pemerintah Negeri, Ketua MJ.GPM Hulaliu, dan Para Guru dan Petugas
Kesehatan.
c.
Jam 08.35. Prosesi bergerak menuju
Gedung “GEREJA BETLEHEM” Hulaliu.
d.
Disambut Kalungan Kembang dan Rangkaian
Kembang serta PADUAN SUARA di GAPURA I.
e.
Disambut PADUAN SUARA di GAPURA II.
f.
Disambut MJ di depan Gedung Gereja
BETLEHEM HULALIU.
g.
GUBERNUR dan BUPATI serta rombongan
memasuki Gedung Gereja BETLEHEM disambut PADUAN SUARA MASAL.
8.
Ibadah Syukur Peringatan 100 Tahun
Gedung Gereja Betlehem Hulaliu.
a.
Laporan Pjs. Pemerintah Negeri Hulaliu.
b.
Sambutan KETUA SINODE GPM
c.
Sambutan GUBERNUR PROVINSI MALUKU
d.
KEBAKTIAN PENGUCAPAN SYUKUR 100 TAHUN
GEDUNG GEREJA BETLEHEM HULALIU. (Liturgi akan diatur oleh Ketua
MJ.GPM.HULALIU).
e.
Jabat Tangan dan Ucapan Selamat dari
Gubernur dan Ibu Ralahalu, Bupati dan Ibu Tuasikal, Ketua Sinode dan Ibu
Ruhulesin serta Hadirin dengan:
1). Pjs.
Pemerintah Negeri Hulaliu
2). Ketua
dan Majelis Jemaat GPM Hulaliu
3). Mantan
Raja dan Wakil Pemerintah Negeri Hulaliu (Bagi yang sudah almarhum diwakili
oleh keturunannya)
4). Mantan Ketua MJ.GPM Hulaliu
9. Patita Orang Saudara.
1). Patita
Orang Saudara dilaksanakan di Pikai Laisina Negeri Hulaliu.
2). Patita
direncanakan berlangsung pada Jam 12.30 - 13.30.
3). Makanan yang disajikan adalah dalam paket
TAGALAYA hasil partisipasi masyarakat Hulaliu.
4).
Diharapkan jenis makanan didominasi oleh makanan hasil kebun dari
masyarakat Hulaliu di Hulaliu.
10. Perlombaan
Tujuan perlombaan adalah :
1). Mempererat hubungan antar warga
Hulaiu.
2). Menggali dan mengembangkan permaianan-permainan
anak negeri Hulaliu tempo dulu dan memperkenalkannya kepada anak-anak Hulaliu
yang lahir di perantauan.
Perlombaan yang dilaksanakan adalah :
1). Lomba
Saureka-reka.
2). Lomba
Bapato Kanari (Bancur)
3). Lomba
Dansa Tali.
4). Lomba
Pantun Berbalas
Peserta Perlombaan :
Perwakilan Anak Hulaliu Negeri Belanda.
Perwakilan Anak Hulaliu Jakarta.
Perwakilan Anak Hulaliu Sulawesi
Perwakilan Anak Hulaliu Kalimantan
Perwakilan Anak Hulaliu Papua
Perwakilan Anak Hulaliu Kota Ambon dan Pulau Ambon.
Perwakilan Anak Hulaliu Wilayah Maluku.
Perwakilan Negeri Hulaliu
11. Malam Donci dan Dendang.
Malam donci dan dendang bertujuan untuk menambah keakraban diantara sesama
warga Hulaliu, dan sebagai sarana memperkenalkan seni budaya Hulaliu dan Maluku
pada umumnya.
Diharapkan dalam malam donci dan dendang ini akan disisi
dengan:
1). Sair dan
lagu-lagu has Hulaliu dan Maluku tempo dulu
2). Pantun berbalas pantun yang biasa dipakai orang
Hulaliu tempo dulu dalam pekerjaan masohi atau gotong royong.
3). Katereji dan dansa.
Khusus untuk Pantun jenaka berbalas Pantun akan diperlombakan antara
perwakilan-perwakilan:
Perwakilan Anak Hulaliu Negeri Belanda.
Perwakilan Anak Hulaliu Jakarta.
Perwakilan Anak Hulaliu Sulawesi
Perwakilan Anak Hulaliu Kalimantan
Perwakilan Anak Hulaliu Papua
Perwakilan Anak Hulaliu Kota Ambon dan Pulau Ambon.
Perwakilan Anak Hulaliu Wilayah Maluku.
Perwakilan Sektor-sektor dalam Negeri Hulaliu
12.
Penutup.
Demikian Buku Panduan ini dibuat untuk
menjadi pedoman bagi kita sekalian
yang terlibat dalam Perayaan 100 Tahun Gedung Gereja Hulaliu
selaku penanggung acara dalam perayaan
ini kami sangat mengharapkan partisipasi dan dukungan kita sekalian.
Doa kami semoga kegiatan ini dapat
menjadi berkat bagi Keluarga Besar
Hulaliu – Lounusa Haturesi Rakanyawa di mana saja
berada.
![]()
Senandung Sair
Lagu
BANGUN KAMPONG
Beta balayar putus tanjong langgar lautan sio....
Beta mau bilang mama... Beta mau bilang papa ...
Jang lupa beta ee.....
Saki sadiki...... Cape sadiki di tanah orange
sio....
Bukan alasan mau putus gandonge.
Kalau nanti beta kembali ke rumah gandonge sio
Beta sujanji bikin masohi par bangong kamponge sio..
Mama deng papa deng basudara sombayang beta juae,
Beta mau pulang membangun kamponge.